Langsung ke konten utama

AYIKCTDTI (18)

 Suasananya seperti H- sekian hari raya saja, karena biasanya jadwal kepulangan teteh setiap menjelang hari raya jadi pas teteh mau pulang teh rasanya yaa seperti h min sekian menuju hari raya. MasyaAllah Fabiayyi aalaairobbikumaa tukadzdzibaan.

Sejak siang tadi dada kiri kembali sakit, MasyaAllah sakit yang sangat sampai bilang ke nak bungsu kalau dada kiri ummi sakit banget. Nak shalihah kang Wawan itu langsung memeluk dan mengatakan, "Ummi, apa yang bisa aku lakukan untuk mengurangi rasa sakitmu. Semoga pelukan menguatkan ummi." MasyaAllah Fabiayyi aalaairobbikumaa tukadzdzibaan.

Tadi mencoba menghubungi kang Wawan yang sudah berada di perjalanan, Alhamdulillah sudah sampai kadipaten saat beliau membalas pesan chat. Rencana awalnya mau naik bus Budiman dengan jadwal keberangkatan sekitar jam 6 an tapi saya meminta beliau istirahat dulu karena baru pulang dari Garut dan mengajukan saran untuk naik Bus Sumber Jaya rute bubulak agar bisa berangkat agak malam an sekitar jam setengah 9 an, jadi bisa istirahat dulu agak lama. MasyaAllah Alhamdulillah akhirnya beliau menyetujui saran dan bisa istirahat dulu 3 jam an sebelum akhirnya diantar Aa Quthb ke pamoyanan. MasyaAllah Fabiayyi aalaairobbikumaa tukadzdzibaan.

Ada beberapa hal yang sedang mengusik fikiran, tapi memang hidupmah salah satunya tentang proses berpikir yang merupakan bagian dari ibadah kita kepada Allah insyaAllah. Hayaatunaa kullahaa ibaadah, dan berpikir pun insyaAllah dalam kerangka beribadah kepada Allah. MasyaAllah Alhamdulillah atas kesempatan masih bisa berfikir dan mengolah data .. MasyaAllah Fabiayyi aalaairobbikumaa tukadzdzibaan.

Biasanya memang agak buram mata teh, tapi hari ini butuh effort lebih dari sebelumnya untuk menulis kalimat sederhana sekalipun. Memasukkan benang ke jarum menjadi hal yang tidak semudah sebelumnya, membaca pun harus mencari cara agar tetap kebaca. MasyaAllah Alhamdulillah Allah berikan kesempatan untuk memikirkan betapa nikmat Allah dalam hidup teh MasyaAllah lebih banyak yang harus disyukuri. Bukankah nikmat mata baru terasa saat Allah cabut kenikmatannya? MasyaAllah Fabiayyi aalaairobbikumaa tukadzdzibaan..

Dan Nikmat terbesar kita adalah.. cukuplah Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Semuanya Dimulai

Menjadi ibu… tidak pernah benar-benar dimulai saat seorang anak lahir. Ia dimulai jauh sebelumnya— di dalam hati yang perlahan belajar mencintai seseorang yang bahkan belum pernah ia temui. Sejak dua garis itu muncul, sejak doa-doa mulai berubah arah, sejak nama-nama mulai dipikirkan diam-diam, seorang perempuan sedang memasuki dunia yang sama sekali baru. Dunia yang tidak sepenuhnya ia pahami, namun ia jalani dengan penuh harap. Di awal, semuanya terasa indah. Gerakan kecil dalam rahim terasa seperti sapaan cinta. Rasa mual dan lelah pun dibalut makna— seolah setiap ketidaknyamanan adalah bagian dari kebahagiaan. Ia mulai membayangkan: bagaimana wajah anaknya nanti, bagaimana suaranya, bagaimana ia akan memanggilnya “Ibu”. Dan dalam bayangan itu, ia merasa siap. Atau setidaknya… ia merasa akan baik-baik saja. Namun kehidupan, tidak selalu berjalan seindah yang dibayangkan. Hari-hari setelahnya membawa realitas yang berbeda. Tidur yang terputus. Tangis yang tak selalu bisa dipahami. Tu...

Puisi Perpisahan (dari adik buat kakak kelas)

Bukan 3 tahun, tapi 2 tahun yang lalu aku bertemu.. Dari 3 tahun masa juangmu di sini, kak Aku yang masih belum mengerti apa dan bagaimana, jauh dari orang tua dan saudara, lalu kau rengkuh dengan penuh kasih layaknya kakak bagiku Menemani masa gundah dan duka yang baru pertama jauh dari keluarga yang kucintai Hingga kemudian, aku mulai bisa berdiri dengan pasti Bahwa hidup memang untuk berdiri di atas kaki sendiri Dengan izin Allah yang pasti Hari-hari awal terasa sulit, kak Aku yang terbiasa disiapkan segala keperluan sekolah apalagi kegiatan keluar yang jauh semisal kemah Hari itu bingung harus bagaimana Lalu dengan bantuanmu, "Kalifa, ini duknya!" Atau arahanmu harus ada ini dan itu serta bagaimana mempersiapkan segalanya Aku kemudian berpikir, suatu saat caramu membimbing akan menjadi arah akan caraku membimbing adik-adik kelasku nanti, sama sepertimu Bisa bertanya Bisa bercerita Sebagai aku, adik yang tiba-tiba bertemu di usia remaja sebagai adik kelasmu Dengan segala c...

Melampaui Jebakan Pembenaran dan Syubhat Pemikiran Guru

Menjadi seorang guru adalah pilihan sadar untuk mengambil peran dalam membentuk peradaban. Namun, dalam perjalanannya, seorang guru sering dihadapkan pada "jebakan halus" dan berbagai syubhat pemikiran modern yang dapat mengikis militansi perjuangan serta kemurnian niat. 1. Melampaui Jebakan "Sudah Maksimal" Banyak guru terjebak pada kalimat "Aku sudah berusaha maksimal." Ini sering menjadi tameng untuk menutupi rasa enggan berinovasi. Islam mengajarkan konsep Ihsan —melakukan segala sesuatu melampaui standar biasa. Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: إِنّ اللَّهَ تَعَالى يُحِبّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبرني والبيهقي) "Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, maka ia melakukannya dengan itqan (profesional/sempurna)." (HR. Al-Baihaqi). Selama perubahan belum terjadi pada anak didik, maka ruang untuk evaluasi masih terbuka lebar. Mengklaim "ma...