Bab kedua puluh dua dari novel 1984 karya George Orwell membawa pembaca pada tahap yang lebih mengerikan dari sekadar penjara atau ketakutan. Di bab ini, Winston tidak hanya ditahan—ia mulai dihancurkan secara sistematis oleh Partai. Dan orang yang melakukan itu bukan orang asing. Ia adalah O’Brien. Sosok yang dulu Winston anggap sebagai sekutu dalam perlawanan kini muncul sebagai interogatornya. Harapan yang pernah Winston gantungkan pada O’Brien kini berubah menjadi kenyataan yang pahit: semua yang terjadi sebelumnya adalah bagian dari rencana Partai. Tidak ada perlawanan rahasia. Tidak ada Brotherhood seperti yang Winston bayangkan. Semua itu hanyalah jebakan yang dirancang untuk menemukan orang-orang yang berani berpikir melawan Partai. Di ruang interogasi Kementerian Cinta, O’Brien mulai menginterogasi Winston dengan cara yang berbeda dari yang ia bayangkan. Interogasi itu bukan sekadar pertanyaan atau ancaman. Ia adalah kombinasi antara penyiksaan fisik dan manipulasi ...
Biar inget apa yang lagi di baca, eh habis di baca.. mau simpan di sini. Bukan review tapi murni spoler 😄 Aslinyaaa, buku ini kereeen banget. Alhamdulillah nak gadis punya inisiatif beli, jadi bisa nebeng baca 🤠By the way, bukunya sampai waktu saya lagi di ampera bareng keluarga besar SDIT MF. COD 96 ribuan, karena kami sedang di luar, jadilah uangnya di transfer ke akang kurir yang udah langganan kirim paket COD ke rumah ... hhh ketahuan deh suka COD an. Gimana? Baiknya saya tulis per bab aja atau per yang saya baca? Kayaknya per yang saya baca dengan gaya gini aja .. terlalu serius sesuai resensi 1984 kemaren mah cukup buat buku itu saja, buku ini mah mau lebih ngalir lagi narasinya. I mean, style saya sendiri. Well, mulai dari yang pertama. Saya baca sekitar 10 menit an sebelum tidur, pengennya terus soalnya bacaanya bikin susah berhenti. Tapii karena ada hak tubuh juga yang harus ditunaikan saat kondisinya juga kurang fit, jadi tetap harus stop setelah menjt ke 10. Lanjut nulis ...