Langsung ke konten utama

AYIKCTDTI (6)

 "ya Allah.." kang Wawan sudah tahu jika istrinya hanya mengucapkan kalimat ini maka artinya adalah sangat terluka, sangat marah, sangat sedih, sangat lelah, sangat sakit. Sesuatu yang di rasa sangat.

Yah, saya kehilangan kata jika saya merasa sangat terluka atas sesuatu. Termasuk saat ini, melihat pembantaian 'di depan mata' namun merasa egois karena masih saja menyibukkan diri dengan urusan dunia sendiri yang tiada habisnya namun tiada usaha sedikitpun untuk membantu saudara-saudara disana. Allah.. hati ini berdarah.

Allah .. hati ini berdarah.

Saat mencoba menutup mata, terpampang jelas mereka memanggil, "bantulah kami!" Namun lihat bagaimana kaki dan dua tangan ini terikat jeruji dunia hingga sekedar mengeluarkan dari sedikit rezeki yang Dia titipkan pun.. seolah enggan karena kemilau dunia membutakan mata dari melihat tangis mereka yang memanggil, "ayna jundul muslimuun?" 

Allah.. 

Makanan yang terhidang namun masih saja memilih, "aku ingin makan ..." Sambil menyebutkan menu yang tidak ada dalam hidangan. Lalu bagaimana suapan itu di kunyah sedang di saat bersamaan mereka di bumi Al Quds bahkan makanan yang tersisa pun dicuri si penghuni kerak neraka dengan dentum bom dan tawa syaitan mereka. 

Allah..

Kemarin saat membereskan lemari pakaian didapati lemari nya setengah terisi, yaa tidak penuh namun tetap saja bagaimana dengan saudari kami di sana yang boleh jadi pakaiannya hanyalah yang dia kenakan sambil berjalan sekian lama mencari tempat aman untuk tetap bersujud dan menutup auratnya. Saya di sini masih saja berpikir, "aku ingin baju lainnya .." betapa egoisnya diri. Bukankah sesama muslim itu ibarat satu tubuh. Duka mereka adalah duka kami juga, luka mereka pun luka kami .

Allahu Rabbana.. hati ini bak di setrika yang sangat panas 


#catatandefa


Balananjeur,6 Desember 2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Semuanya Dimulai

Menjadi ibu… tidak pernah benar-benar dimulai saat seorang anak lahir. Ia dimulai jauh sebelumnya— di dalam hati yang perlahan belajar mencintai seseorang yang bahkan belum pernah ia temui. Sejak dua garis itu muncul, sejak doa-doa mulai berubah arah, sejak nama-nama mulai dipikirkan diam-diam, seorang perempuan sedang memasuki dunia yang sama sekali baru. Dunia yang tidak sepenuhnya ia pahami, namun ia jalani dengan penuh harap. Di awal, semuanya terasa indah. Gerakan kecil dalam rahim terasa seperti sapaan cinta. Rasa mual dan lelah pun dibalut makna— seolah setiap ketidaknyamanan adalah bagian dari kebahagiaan. Ia mulai membayangkan: bagaimana wajah anaknya nanti, bagaimana suaranya, bagaimana ia akan memanggilnya “Ibu”. Dan dalam bayangan itu, ia merasa siap. Atau setidaknya… ia merasa akan baik-baik saja. Namun kehidupan, tidak selalu berjalan seindah yang dibayangkan. Hari-hari setelahnya membawa realitas yang berbeda. Tidur yang terputus. Tangis yang tak selalu bisa dipahami. Tu...

Puisi Perpisahan (dari adik buat kakak kelas)

Bukan 3 tahun, tapi 2 tahun yang lalu aku bertemu.. Dari 3 tahun masa juangmu di sini, kak Aku yang masih belum mengerti apa dan bagaimana, jauh dari orang tua dan saudara, lalu kau rengkuh dengan penuh kasih layaknya kakak bagiku Menemani masa gundah dan duka yang baru pertama jauh dari keluarga yang kucintai Hingga kemudian, aku mulai bisa berdiri dengan pasti Bahwa hidup memang untuk berdiri di atas kaki sendiri Dengan izin Allah yang pasti Hari-hari awal terasa sulit, kak Aku yang terbiasa disiapkan segala keperluan sekolah apalagi kegiatan keluar yang jauh semisal kemah Hari itu bingung harus bagaimana Lalu dengan bantuanmu, "Kalifa, ini duknya!" Atau arahanmu harus ada ini dan itu serta bagaimana mempersiapkan segalanya Aku kemudian berpikir, suatu saat caramu membimbing akan menjadi arah akan caraku membimbing adik-adik kelasku nanti, sama sepertimu Bisa bertanya Bisa bercerita Sebagai aku, adik yang tiba-tiba bertemu di usia remaja sebagai adik kelasmu Dengan segala c...

Melampaui Jebakan Pembenaran dan Syubhat Pemikiran Guru

Menjadi seorang guru adalah pilihan sadar untuk mengambil peran dalam membentuk peradaban. Namun, dalam perjalanannya, seorang guru sering dihadapkan pada "jebakan halus" dan berbagai syubhat pemikiran modern yang dapat mengikis militansi perjuangan serta kemurnian niat. 1. Melampaui Jebakan "Sudah Maksimal" Banyak guru terjebak pada kalimat "Aku sudah berusaha maksimal." Ini sering menjadi tameng untuk menutupi rasa enggan berinovasi. Islam mengajarkan konsep Ihsan —melakukan segala sesuatu melampaui standar biasa. Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: إِنّ اللَّهَ تَعَالى يُحِبّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبرني والبيهقي) "Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, maka ia melakukannya dengan itqan (profesional/sempurna)." (HR. Al-Baihaqi). Selama perubahan belum terjadi pada anak didik, maka ruang untuk evaluasi masih terbuka lebar. Mengklaim "ma...