Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label serba-serbi PJJ 2021

Semester 2 Umar (prolog)

Ini semester 2 sejak dia masuk SMK. Setelah melewati semester 1 nya yang penuh drama, tiba-tiba saya merasa kehilangan jejak karena tak menuliskan kisahnya baik di buku catatan ataupun di media lainnya. Saya pikir tak apa-apa meski tak dituliskan, tapi saya salah, saya bukan tipe yang akan baik-baik saja saat menyadari tak ada rekam jejak berupa tulisan tentang anak-anak.  Baik-baik saja yang saya maksud hanya sekedar ungkapan, ada kisah dan jejak yang ingin saya kabarkan pada anak-anak; seperti apa ia melalui hari-hari nya dan berproses hingga akhirnya menjadi sosoknya di masa sekarang (saat mereka dewasa kelak). Catatan juga menjadi bahan evaluasi bagi saya.  Berangkat dari sana, semester ini InsyaAllah saya akan tuliskan semua kisahnya selama menjalani PJJ semester 2 . 

Aku Dan PJJ Anak-anak

Kalau esok saya masih terbangun dan menghirup udara dunia, saya bisa memiliki kesempatan untuk kembali menjadi guru (agak formal yaa.. Hee) bagi 4 murid istimewa kami kembali. Yaa meski hanya sekedar fasilitator sekaligus mendampingi mereka yang qodarulloh harus belajar daring, hati saya terasa dipenuhi bunga saat memikirkannya.  Tentu saja saya ingin dan berharap pandemi ini segera usai agar anak-anak bisa kembali menapak jejak mereka di kelas dengan pengalaman dan jejak kenangan mereka masing-masing. Tapi saya tidak mau terbelenggu tanpa berbuat apa-apa, anak-anak tetap hidup dan mereka menanti waktu untuk berjumpa masa depan mereka masing-masing dan saya ingin mendampingi mereka semampu saya.  Saya tidak mau berandai, saya tahu rasa perpisahan. Karena itu, selama masih diberikan kesempatan, saya ingin mengukir kisah baik bersama mereka agar tak harus meninggalkan sesak saat perpisahan itu kembali menyapa.  Sungguh, saya bahagia diberikan kesempatan kembali mendampingi ...

Catatan PJJ Quthb (Prolog)

Pengalaman putih abu nya bersama teman-temannya akhirnya terpaksa terhenti di semester ke-3 karena pandemi, sejak hari itu belajar dilakukan sepenuhnya dengan cara daring, belum pernah sekalipun tatap muka karena daerah di mana SMA nya berada termasuk zona merah.  Seragam sekolah, buku catatan serta pensil dan tas, sepatu serta dasi dan topi nya tak pernah lagi ia sapa, semuanya tersimpan rapi di tempatnya masing-masing.  Januari tadinya diharapkan menjadi awal baru nya lagi, bisa kembali berangkat dan menjejak kisah di SMA nya. Qodarulloh pandemi belum usai, ia kini harus kembali menerima kenyataan kalau semester akhirnya di SMA kembali harus ia laksanakan dengan proses PJJ atau daring.  Semua proses yang dia ikuti termasuk emosi yang tampak dan materi apa saja yang dia pelajari semuanya akan saya tulis dan simpan disini.  Kenapa di sini? Di sini terlihat lebih rapi layak rak buku dengan buku-bukunya yang rapi.  Kenapa harus di tulis? Saya mencintai proses, sem...

Aufa, Menjelang Daring

Besok adalah hari pertama pembelajaran jarak jauh Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) tempat Aufa mencari ilmu selama 1,5 tahun ini. Ini benar-benar hari pertama karena selama ini SCB memilih untuk tak memulangkan santrinya dan tetap melakukan pembelajaran di asrama dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.  Sejak pandemi melanda, para santri tidak di perbolehkan keluar dari lingkungan asrama, penjengukan orang tua yang ditiadakan, tingkat keamanan guna pencegahan masuknya virus semakin di perketat hingga akhirnya jadwal kepulangan yang diagendakan pada bulan Ramadhan terpaksa ditiadakan.  Qodarulloh, setelah menunggu selama 18 bulan, tepat pada tanggal 28 Desember 2020 biidznillah SCB memulangkan para santri untuk jangka waktu yang belum ditentukan. Agenda awal pemulangan kembali ke SCB adalah pada tanggal 24 Januari 2021 Masehi, namun ada kemungkinan perpanjangan waktu.  Untuk sementara, pembelajaran dilaksanakan secara daring. Beberapa media belajar sudah kami persiap...