Pengalaman putih abu nya bersama teman-temannya akhirnya terpaksa terhenti di semester ke-3 karena pandemi, sejak hari itu belajar dilakukan sepenuhnya dengan cara daring, belum pernah sekalipun tatap muka karena daerah di mana SMA nya berada termasuk zona merah.
Seragam sekolah, buku catatan serta pensil dan tas, sepatu serta dasi dan topi nya tak pernah lagi ia sapa, semuanya tersimpan rapi di tempatnya masing-masing.
Januari tadinya diharapkan menjadi awal baru nya lagi, bisa kembali berangkat dan menjejak kisah di SMA nya. Qodarulloh pandemi belum usai, ia kini harus kembali menerima kenyataan kalau semester akhirnya di SMA kembali harus ia laksanakan dengan proses PJJ atau daring.
Semua proses yang dia ikuti termasuk emosi yang tampak dan materi apa saja yang dia pelajari semuanya akan saya tulis dan simpan disini.
Kenapa di sini? Di sini terlihat lebih rapi layak rak buku dengan buku-bukunya yang rapi.
Kenapa harus di tulis? Saya mencintai proses, semua proses ini menjadi bagian peradabannya. Jejak-jejak yang kan membentuk dia menjadi seperti apa nantinya.
Catatan ini untuk dia baca kembali di kemudian hari..
Komentar
Posting Komentar