Langsung ke konten utama

Liqo dan Umar

Liqo kami sekarang bahasannya tambah beragam, sekarang mah ada bahasan software blander, autocad hmm yang new versi, dll.

Bagaimana liqo anda, sahabat? Jangan sampai kita terlalu fokus membenahi yang diluar tapi melupakan objek dakwah utama kita sebagai orang tua ya sahabat 😁

 'Alaa kulli haal, de Olin sekarang sedang belajar hmm apa etateh namina nya 🤔🤔 saya susah hafal nama aplikasi. Alhamdulillah diajari sama a Umar, untuk menggambar mah belajar dari Aa Quthb.

Sebelum liqo, kami ngariungan mie ayam oleh-oleh adik Umar. Sejak kecil setiap kali berbagi dia akan berbagi sesuatu yang paling dia sukai dan sekarang dia suka mie ayam dan membelikan itu untuk kami. 

Jadi ba'da maghrib taditeh dik Umar dapat job nginstal laptop (apa ya namanya 🤔) dari teteh sepupunya, "padahal umar ikhlas bantu,Mi."

"Dan teteh Icha ikhlas ngasih buat dik Umar." Kata Abinya.

Ba'da liqo umar jadi teman sharing saya, cara bicara dan bahasannya masih seperti umar kecil dulu.

Menggebu-gebu dan mata berbinar senang, membahas segala hal yang berhubungan dengan teknologi. Saya senang saat berbincang dengannya. Darinya saya tahu banyak hal yang awalnya kurang familiar bagi saya. 

Bahwa AutoCAD dan AutoCAD LT itu berbeda, apa saja fungsinya, berapa harganya dll. Darimya saya jadi tahu itu.

Autodesk SketchBook Express, katanya itu cocok buat de Olin karena aplikasi ini fungsinya menggambar sketsa and ilustrasi berbasis vektor. 

Artrage 5, Artweaver 6 dll juga recommended buat de Olin. Kalau Adobe photoshop mah sudah biasa dipakai de olin jadi untuk mengasah keterampilannya bisa di coba aplikasi lainnya. Masih kata dik Umar.

Balananjeur, 17 Juli 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Semuanya Dimulai

Menjadi ibu… tidak pernah benar-benar dimulai saat seorang anak lahir. Ia dimulai jauh sebelumnya— di dalam hati yang perlahan belajar mencintai seseorang yang bahkan belum pernah ia temui. Sejak dua garis itu muncul, sejak doa-doa mulai berubah arah, sejak nama-nama mulai dipikirkan diam-diam, seorang perempuan sedang memasuki dunia yang sama sekali baru. Dunia yang tidak sepenuhnya ia pahami, namun ia jalani dengan penuh harap. Di awal, semuanya terasa indah. Gerakan kecil dalam rahim terasa seperti sapaan cinta. Rasa mual dan lelah pun dibalut makna— seolah setiap ketidaknyamanan adalah bagian dari kebahagiaan. Ia mulai membayangkan: bagaimana wajah anaknya nanti, bagaimana suaranya, bagaimana ia akan memanggilnya “Ibu”. Dan dalam bayangan itu, ia merasa siap. Atau setidaknya… ia merasa akan baik-baik saja. Namun kehidupan, tidak selalu berjalan seindah yang dibayangkan. Hari-hari setelahnya membawa realitas yang berbeda. Tidur yang terputus. Tangis yang tak selalu bisa dipahami. Tu...

Puisi Perpisahan (dari adik buat kakak kelas)

Bukan 3 tahun, tapi 2 tahun yang lalu aku bertemu.. Dari 3 tahun masa juangmu di sini, kak Aku yang masih belum mengerti apa dan bagaimana, jauh dari orang tua dan saudara, lalu kau rengkuh dengan penuh kasih layaknya kakak bagiku Menemani masa gundah dan duka yang baru pertama jauh dari keluarga yang kucintai Hingga kemudian, aku mulai bisa berdiri dengan pasti Bahwa hidup memang untuk berdiri di atas kaki sendiri Dengan izin Allah yang pasti Hari-hari awal terasa sulit, kak Aku yang terbiasa disiapkan segala keperluan sekolah apalagi kegiatan keluar yang jauh semisal kemah Hari itu bingung harus bagaimana Lalu dengan bantuanmu, "Kalifa, ini duknya!" Atau arahanmu harus ada ini dan itu serta bagaimana mempersiapkan segalanya Aku kemudian berpikir, suatu saat caramu membimbing akan menjadi arah akan caraku membimbing adik-adik kelasku nanti, sama sepertimu Bisa bertanya Bisa bercerita Sebagai aku, adik yang tiba-tiba bertemu di usia remaja sebagai adik kelasmu Dengan segala c...

Melampaui Jebakan Pembenaran dan Syubhat Pemikiran Guru

Menjadi seorang guru adalah pilihan sadar untuk mengambil peran dalam membentuk peradaban. Namun, dalam perjalanannya, seorang guru sering dihadapkan pada "jebakan halus" dan berbagai syubhat pemikiran modern yang dapat mengikis militansi perjuangan serta kemurnian niat. 1. Melampaui Jebakan "Sudah Maksimal" Banyak guru terjebak pada kalimat "Aku sudah berusaha maksimal." Ini sering menjadi tameng untuk menutupi rasa enggan berinovasi. Islam mengajarkan konsep Ihsan —melakukan segala sesuatu melampaui standar biasa. Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: إِنّ اللَّهَ تَعَالى يُحِبّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبرني والبيهقي) "Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, maka ia melakukannya dengan itqan (profesional/sempurna)." (HR. Al-Baihaqi). Selama perubahan belum terjadi pada anak didik, maka ruang untuk evaluasi masih terbuka lebar. Mengklaim "ma...