Langsung ke konten utama

Barakallah Fii 'umrik Teteh Aufa

Teteh @aufa_satiella , ummi kembali mengatakan ini pada Abi @wawanridwan75 , "MasyaAllah, kok serasa baru kemaren kita mendengar tangis pertamanya yang nyaring. Putri kita sekarang sudah 15 tahun saja. MasyaAllah."

Ya, tetap saja meski waktu terasa gulir nya namun hati ini senantiasa merasa, "kok tiba-tiba saja.", "Serasa baru kemaren."

Putri Shalihah yang dulu kami timang dengan sayang kini sudah tepat 15 tahun, dan ini tahun ke-4 kami tak memeluk dan membisikkan do'a di ubun-ubun teteh di hari teteh bertambah usia.

Kita tidak merayakan pertambahan usia namun kita selalu menjadikan moment ini sebagai sarana untuk saling mengingatkan akan, "jatah usia yang semakin berkurang. Lalu amal apa saja yang sudah dan akan kita lakukan agar usia kita tak merugi."

Kita seringnya merasa takut akan usia yang merugi dan kita saling mengingatkan untuk muhasabah sekaligus menancapkan tekad kembali agar usia yang tersisa dihiasi amal yang lebih baik dari hari yang sudah berlalu.

Bukan berapa panjang usia namun seberapa banyak manfaat yang kita tebar dalam hidup kita.

MasyaAllah tabarokalloh shalihah, semoga Allah berkahi keseluruhan usia teteh. Limpahkan kebaikan dalam setiap gerak dan langkah serta semua yang terbersit di benak teteh. Semoga Allah karuniakan kebaikan hidup di dunia dan akhirat.

Ummi Ridha padamu, shalihah..

Teteh @aufa_satiella sayang, kami mencintaimu karena Allah insyaAllah. Terima kasih sudah menjadi putri kami, kami bersyukur kepada Allah atas engkau, Nak.

Tasikmalaya, 31 Juli 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Semuanya Dimulai

Menjadi ibu… tidak pernah benar-benar dimulai saat seorang anak lahir. Ia dimulai jauh sebelumnya— di dalam hati yang perlahan belajar mencintai seseorang yang bahkan belum pernah ia temui. Sejak dua garis itu muncul, sejak doa-doa mulai berubah arah, sejak nama-nama mulai dipikirkan diam-diam, seorang perempuan sedang memasuki dunia yang sama sekali baru. Dunia yang tidak sepenuhnya ia pahami, namun ia jalani dengan penuh harap. Di awal, semuanya terasa indah. Gerakan kecil dalam rahim terasa seperti sapaan cinta. Rasa mual dan lelah pun dibalut makna— seolah setiap ketidaknyamanan adalah bagian dari kebahagiaan. Ia mulai membayangkan: bagaimana wajah anaknya nanti, bagaimana suaranya, bagaimana ia akan memanggilnya “Ibu”. Dan dalam bayangan itu, ia merasa siap. Atau setidaknya… ia merasa akan baik-baik saja. Namun kehidupan, tidak selalu berjalan seindah yang dibayangkan. Hari-hari setelahnya membawa realitas yang berbeda. Tidur yang terputus. Tangis yang tak selalu bisa dipahami. Tu...

Puisi Perpisahan (dari adik buat kakak kelas)

Bukan 3 tahun, tapi 2 tahun yang lalu aku bertemu.. Dari 3 tahun masa juangmu di sini, kak Aku yang masih belum mengerti apa dan bagaimana, jauh dari orang tua dan saudara, lalu kau rengkuh dengan penuh kasih layaknya kakak bagiku Menemani masa gundah dan duka yang baru pertama jauh dari keluarga yang kucintai Hingga kemudian, aku mulai bisa berdiri dengan pasti Bahwa hidup memang untuk berdiri di atas kaki sendiri Dengan izin Allah yang pasti Hari-hari awal terasa sulit, kak Aku yang terbiasa disiapkan segala keperluan sekolah apalagi kegiatan keluar yang jauh semisal kemah Hari itu bingung harus bagaimana Lalu dengan bantuanmu, "Kalifa, ini duknya!" Atau arahanmu harus ada ini dan itu serta bagaimana mempersiapkan segalanya Aku kemudian berpikir, suatu saat caramu membimbing akan menjadi arah akan caraku membimbing adik-adik kelasku nanti, sama sepertimu Bisa bertanya Bisa bercerita Sebagai aku, adik yang tiba-tiba bertemu di usia remaja sebagai adik kelasmu Dengan segala c...

Melampaui Jebakan Pembenaran dan Syubhat Pemikiran Guru

Menjadi seorang guru adalah pilihan sadar untuk mengambil peran dalam membentuk peradaban. Namun, dalam perjalanannya, seorang guru sering dihadapkan pada "jebakan halus" dan berbagai syubhat pemikiran modern yang dapat mengikis militansi perjuangan serta kemurnian niat. 1. Melampaui Jebakan "Sudah Maksimal" Banyak guru terjebak pada kalimat "Aku sudah berusaha maksimal." Ini sering menjadi tameng untuk menutupi rasa enggan berinovasi. Islam mengajarkan konsep Ihsan —melakukan segala sesuatu melampaui standar biasa. Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: إِنّ اللَّهَ تَعَالى يُحِبّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبرني والبيهقي) "Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, maka ia melakukannya dengan itqan (profesional/sempurna)." (HR. Al-Baihaqi). Selama perubahan belum terjadi pada anak didik, maka ruang untuk evaluasi masih terbuka lebar. Mengklaim "ma...