Langsung ke konten utama

AYIKCTDTI (10)

 Satu

Lari pagi di hari Ahad adalah salah satu agenda yang akan dilakukan meski sedang sakit, eh kalau sakitnya nggak berat siih.. kalau agak beratmah tetap milih istirahat di rumah. Pagi ini biidznillah lari pagi, hmm tepatnya sih jalan pagi berdua berkeliling lapang bedeng. Sebagai moody yang baik kali ini berharap bisa menikmati jalan beberapa keliling tanpa kedistract apapun. Alhamdulillah biidznillah Allah lancarkan sesuai harapan. 

Dua

Belanja ayam, ikan sama bumbu lain buat bikin pepes. Sudah lama tidak belanja seperti ini jadi cukup excited waktu belanja teh. Saya tidak akan mengatakan seperti ada kupu-kupu terbang lagi hee.. 

Tiga

Pulang ke rumah kayak denger suara neng shalihah, "mungkin karena saya lagi rindu." Pikir saya. But hey.. ternyata memang ada bungsu shalihah pak Wawan yang minta izin pulang sebentar. She said that she missed ummi and ingin minta maaf jadi izin pulang. MasyaAllah shalihah.. Alhamdulillah biidznillah Allah berikan kesempatan jadi pendengar cerita neng shalihah yang masih Ujian akhir sekolah ini. 

Empat.

Izin dulu ke de Olin buat berangkat ke rapat pimpinan cabang Aisyiyah yang sedang dilaksanakan di Jabal Nur, jalan ke Curug badak Cisayong. Tadinya Ade pengen ikut tapi karena kondisi kendaraan tidak memungkinkan jadi mau nunggu di rumah.

Lima.

Hari ini jadwal teteh ikut kajian Ustadzah Halimah Alaydrus dengan tema menjadi wanita seperti yang Allah mau yang dilaksanakan di masjid Al Muttaqin di Bogor Utara pada jam 12.30 sd selesai. MasyaAllah teteh very excited.. nak shalihah yang matanya berbinar kalau mau ikut kajian teh pasti seneng banget bisa ikut kajian. Saya menitip salam untuk ustadzahnya, "nanti teteh temui ustadzahnya dan sampaikan salam takzim dari ummi ! " Yaah pasti tidak mudah bertemu ustadzah jadi tidak apa meski salamnya nggak disampaikan juga.

Enam.

MasyaAllah ada yang bertanya kabar A Quthb dan A Umar 🤭 ibu-ibu itu paling mudah dibuat speechless ya. Ditanyain kabar anak-anak aja auto MasyaAllah udah terharu banget, seneng sampai pengen cepet-cepet nyimpan kenangannya 😍 MasyaAllah Alhamdulillahilladzii bini'matihii tatimmushshoolihaat


Balananjeur, Ahad, 10 November 2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Semuanya Dimulai

Menjadi ibu… tidak pernah benar-benar dimulai saat seorang anak lahir. Ia dimulai jauh sebelumnya— di dalam hati yang perlahan belajar mencintai seseorang yang bahkan belum pernah ia temui. Sejak dua garis itu muncul, sejak doa-doa mulai berubah arah, sejak nama-nama mulai dipikirkan diam-diam, seorang perempuan sedang memasuki dunia yang sama sekali baru. Dunia yang tidak sepenuhnya ia pahami, namun ia jalani dengan penuh harap. Di awal, semuanya terasa indah. Gerakan kecil dalam rahim terasa seperti sapaan cinta. Rasa mual dan lelah pun dibalut makna— seolah setiap ketidaknyamanan adalah bagian dari kebahagiaan. Ia mulai membayangkan: bagaimana wajah anaknya nanti, bagaimana suaranya, bagaimana ia akan memanggilnya “Ibu”. Dan dalam bayangan itu, ia merasa siap. Atau setidaknya… ia merasa akan baik-baik saja. Namun kehidupan, tidak selalu berjalan seindah yang dibayangkan. Hari-hari setelahnya membawa realitas yang berbeda. Tidur yang terputus. Tangis yang tak selalu bisa dipahami. Tu...

Puisi Perpisahan (dari adik buat kakak kelas)

Bukan 3 tahun, tapi 2 tahun yang lalu aku bertemu.. Dari 3 tahun masa juangmu di sini, kak Aku yang masih belum mengerti apa dan bagaimana, jauh dari orang tua dan saudara, lalu kau rengkuh dengan penuh kasih layaknya kakak bagiku Menemani masa gundah dan duka yang baru pertama jauh dari keluarga yang kucintai Hingga kemudian, aku mulai bisa berdiri dengan pasti Bahwa hidup memang untuk berdiri di atas kaki sendiri Dengan izin Allah yang pasti Hari-hari awal terasa sulit, kak Aku yang terbiasa disiapkan segala keperluan sekolah apalagi kegiatan keluar yang jauh semisal kemah Hari itu bingung harus bagaimana Lalu dengan bantuanmu, "Kalifa, ini duknya!" Atau arahanmu harus ada ini dan itu serta bagaimana mempersiapkan segalanya Aku kemudian berpikir, suatu saat caramu membimbing akan menjadi arah akan caraku membimbing adik-adik kelasku nanti, sama sepertimu Bisa bertanya Bisa bercerita Sebagai aku, adik yang tiba-tiba bertemu di usia remaja sebagai adik kelasmu Dengan segala c...

Melampaui Jebakan Pembenaran dan Syubhat Pemikiran Guru

Menjadi seorang guru adalah pilihan sadar untuk mengambil peran dalam membentuk peradaban. Namun, dalam perjalanannya, seorang guru sering dihadapkan pada "jebakan halus" dan berbagai syubhat pemikiran modern yang dapat mengikis militansi perjuangan serta kemurnian niat. 1. Melampaui Jebakan "Sudah Maksimal" Banyak guru terjebak pada kalimat "Aku sudah berusaha maksimal." Ini sering menjadi tameng untuk menutupi rasa enggan berinovasi. Islam mengajarkan konsep Ihsan —melakukan segala sesuatu melampaui standar biasa. Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: إِنّ اللَّهَ تَعَالى يُحِبّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبرني والبيهقي) "Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, maka ia melakukannya dengan itqan (profesional/sempurna)." (HR. Al-Baihaqi). Selama perubahan belum terjadi pada anak didik, maka ruang untuk evaluasi masih terbuka lebar. Mengklaim "ma...