Langsung ke konten utama

AYIKCTDTI (13)

 Beberapa hari yang lalu melihat tayangan toktok para komisi**** lembaga kepemiluan yang isinya joget-joget, duh auto ngultimatum kakang buat jangan pernah ikut arus. Nggak boleh ikut arus! Pake tanda seru dan anggap ada titiknya dan nggak pernah ada koma nya alias harus dilakukan tanpa keringanan apapun. 

"Boleh saja main toktok." Ujar saya. "Tapi..." Dan tapi ini lah yang menjadi aneka syarat yang harus dilakukan. Yah dalam berumah tangga teh kadang isteri ngambil peran jadi bagean yang ngultimatum alih-alih mengingatkan dengan tenang hahaha..

"Kontennya harus mengedukasi, berbobot. Mengingatkan kepada Allah. Nggak boleh ada joget-jogetnya. Nggak boleh pakai latar musik yang you know aku nggak suka musik kayak gimana. Menutup aurat of course. Inget Allah, harus malu sama Allah. Inget anak-anak biologis sama anak-anak ideologis, mereka mengikuti caramu bersikap. Apa yang engkau lakukan, mereka mengikutimu.. jangan menjadikan keburukan yang diikuti. Jadilah filter yang baik, bukan malah jadi contoh bagaimana arus membawamu. Jagalah ruhiyah dan keimanan mu bahkan saat seluruh dunia menjadikan hal-hal seperti itu hal yang biasa. Tidak apa-apa dianggap aneh ataupun kolot, engkau adalah suamiku yang sangat kucintai dan ayah bagi anak-anakku serta aku tidak ingin kewibawaanmu hilang di depan anak-anakmu. Ruhiyah dan kecintaanmu kepada Allah adalah pengikat bagi tak tunduknya dirimu pada kebiasaan yang tiada berfaedah bagi dirimu dan akhiratmu juga generasi ummat ini. Mari untuk memegang teguh prinsip kita serta saling mengingatkan apapun yang terjadi.. " dan nyatanya masih banyak keresahan yang diuraikan.

Ini adalah doa-doa yang terpanjat untuk kuu anfusakum wa ahlikum naaro. Kami memiliki tugas sebagaimana tugas yang dibebankan kepada seluruh keluarga muslim lainnya, termasuk untuk mengamalkan surat Al ashr

Wal Ashri demi waktu

Innal insaana lafii khusrin, sesungguhnya setiap manusia itu berada dalam kerugian. Ya, kita semua berada dalam kerugian kata Allah teh

Illa kecuali

Alladziina aamanuu, orang-orang yang beriman

Wa 'amilushshoolihaati, dan mengerjakan amal shalih

Watawaa shoubil haqqi dan saling mengingatkan dalam kebenaran

Watawaa shobishshobr


Balananjeur, 13 Desember 2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Semuanya Dimulai

Menjadi ibu… tidak pernah benar-benar dimulai saat seorang anak lahir. Ia dimulai jauh sebelumnya— di dalam hati yang perlahan belajar mencintai seseorang yang bahkan belum pernah ia temui. Sejak dua garis itu muncul, sejak doa-doa mulai berubah arah, sejak nama-nama mulai dipikirkan diam-diam, seorang perempuan sedang memasuki dunia yang sama sekali baru. Dunia yang tidak sepenuhnya ia pahami, namun ia jalani dengan penuh harap. Di awal, semuanya terasa indah. Gerakan kecil dalam rahim terasa seperti sapaan cinta. Rasa mual dan lelah pun dibalut makna— seolah setiap ketidaknyamanan adalah bagian dari kebahagiaan. Ia mulai membayangkan: bagaimana wajah anaknya nanti, bagaimana suaranya, bagaimana ia akan memanggilnya “Ibu”. Dan dalam bayangan itu, ia merasa siap. Atau setidaknya… ia merasa akan baik-baik saja. Namun kehidupan, tidak selalu berjalan seindah yang dibayangkan. Hari-hari setelahnya membawa realitas yang berbeda. Tidur yang terputus. Tangis yang tak selalu bisa dipahami. Tu...

Puisi Perpisahan (dari adik buat kakak kelas)

Bukan 3 tahun, tapi 2 tahun yang lalu aku bertemu.. Dari 3 tahun masa juangmu di sini, kak Aku yang masih belum mengerti apa dan bagaimana, jauh dari orang tua dan saudara, lalu kau rengkuh dengan penuh kasih layaknya kakak bagiku Menemani masa gundah dan duka yang baru pertama jauh dari keluarga yang kucintai Hingga kemudian, aku mulai bisa berdiri dengan pasti Bahwa hidup memang untuk berdiri di atas kaki sendiri Dengan izin Allah yang pasti Hari-hari awal terasa sulit, kak Aku yang terbiasa disiapkan segala keperluan sekolah apalagi kegiatan keluar yang jauh semisal kemah Hari itu bingung harus bagaimana Lalu dengan bantuanmu, "Kalifa, ini duknya!" Atau arahanmu harus ada ini dan itu serta bagaimana mempersiapkan segalanya Aku kemudian berpikir, suatu saat caramu membimbing akan menjadi arah akan caraku membimbing adik-adik kelasku nanti, sama sepertimu Bisa bertanya Bisa bercerita Sebagai aku, adik yang tiba-tiba bertemu di usia remaja sebagai adik kelasmu Dengan segala c...

Melampaui Jebakan Pembenaran dan Syubhat Pemikiran Guru

Menjadi seorang guru adalah pilihan sadar untuk mengambil peran dalam membentuk peradaban. Namun, dalam perjalanannya, seorang guru sering dihadapkan pada "jebakan halus" dan berbagai syubhat pemikiran modern yang dapat mengikis militansi perjuangan serta kemurnian niat. 1. Melampaui Jebakan "Sudah Maksimal" Banyak guru terjebak pada kalimat "Aku sudah berusaha maksimal." Ini sering menjadi tameng untuk menutupi rasa enggan berinovasi. Islam mengajarkan konsep Ihsan —melakukan segala sesuatu melampaui standar biasa. Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: إِنّ اللَّهَ تَعَالى يُحِبّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبرني والبيهقي) "Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, maka ia melakukannya dengan itqan (profesional/sempurna)." (HR. Al-Baihaqi). Selama perubahan belum terjadi pada anak didik, maka ruang untuk evaluasi masih terbuka lebar. Mengklaim "ma...