Langsung ke konten utama

AYIKCTDTI (4)

 Karena semalaman tidak bisa tidur saking sakit kepalanya jadi pagi-pagi kang Wawan sudah mengultimatum untuk tidak perlu berangkat ke Cisayong. Tapi, saya merasa baik-baik saja. Yaah sakit kepalanya sudah dirasakan sekian hari jadi ngrasa kalau terus-terusan istirahat atuh kapan saya bisa beraktivitas normalnya. Setelah meyakinkan lelaki shalih itu Alhamdulillah mendapat izin untuk berangkat dengan syarat harus menjaga energi. MasyaAllah, dia semakin faham kalau salah satu yang dibutuhkan isterinya adalah menjaga energi. Yah, energi yang saya miliki seolah hanya sisa energi saja jadi pastilah mudah lelah, mudah sakit. Dan lagi-lagi saya hanya ingin.. yaa udah nggak apa-apa karena memang lagi sakit, tapi tidak mau hati dan keseharian saya juga ikut sakit. Setidaknya saat saya merasa masih bisa melangkah, menjejak meski hanya sedikit.

Karena esok atau lusa, saya tidak tahu apakah masih bisa melangkah ataukah tidak. Jadi mumpung bisa, yaaa lakukan saja saat ini juga.

Hasbunallah wa ni'mal wakiiil. insyaAllah Allah yang akan bantu.

Alhamdulillah bertemu banyak orang dan banyak hal yang membuat saya berpikir, "kenapa hanya memikirkan diri sendiri?" Yaa rasanya selama ini saya lebih sering hanya fokus memikirkan diri sendiri,eh tapi enggak juga sih.. kayaknya nggak sefokus itu mikirin diri sendiri sampai lupa sekitar 🤭. Lalu pulangnya biidznillah Allah rupanya sedang menarbiyah kesabaran yang ternyata masih setipis bilahan rambut. Saat ban belakang qodarullah bocor lagi lalu kami harus menunggu lama di tukang tambal ban sedangkan waktu beranjak ke angka di mana kang Wawan sudah ditunggu di suatu acara. Hasbunallah wa ni'mal wakiiil, tidak ada yang lebih tahu cara mendidik kesabaran selain Allah yang tlah menciptakan manusia itu sendiri. 

Tentu saja khawatir kesiangan, tapi tidak ada yang lebih baik selain menunggu dengan senyuman. Ya, bukan hanya senyum di bibir tapi senyum hingga jauh ke lubuk hati.. all is well, selama itu dari Allah,semuanya akan baik-baik saja. Alhamdulillah biidznillah Allah berikan kesempatan untuk istirahat dulu sambil menunggu ban selesai ditambal, ngobrol agak banyak dan shalat di perjalanan. MasyaAllah Alhamdulillah 'alaa kulli haal


Balananjeur, 4 Desember 2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Semuanya Dimulai

Menjadi ibu… tidak pernah benar-benar dimulai saat seorang anak lahir. Ia dimulai jauh sebelumnya— di dalam hati yang perlahan belajar mencintai seseorang yang bahkan belum pernah ia temui. Sejak dua garis itu muncul, sejak doa-doa mulai berubah arah, sejak nama-nama mulai dipikirkan diam-diam, seorang perempuan sedang memasuki dunia yang sama sekali baru. Dunia yang tidak sepenuhnya ia pahami, namun ia jalani dengan penuh harap. Di awal, semuanya terasa indah. Gerakan kecil dalam rahim terasa seperti sapaan cinta. Rasa mual dan lelah pun dibalut makna— seolah setiap ketidaknyamanan adalah bagian dari kebahagiaan. Ia mulai membayangkan: bagaimana wajah anaknya nanti, bagaimana suaranya, bagaimana ia akan memanggilnya “Ibu”. Dan dalam bayangan itu, ia merasa siap. Atau setidaknya… ia merasa akan baik-baik saja. Namun kehidupan, tidak selalu berjalan seindah yang dibayangkan. Hari-hari setelahnya membawa realitas yang berbeda. Tidur yang terputus. Tangis yang tak selalu bisa dipahami. Tu...

Puisi Perpisahan (dari adik buat kakak kelas)

Bukan 3 tahun, tapi 2 tahun yang lalu aku bertemu.. Dari 3 tahun masa juangmu di sini, kak Aku yang masih belum mengerti apa dan bagaimana, jauh dari orang tua dan saudara, lalu kau rengkuh dengan penuh kasih layaknya kakak bagiku Menemani masa gundah dan duka yang baru pertama jauh dari keluarga yang kucintai Hingga kemudian, aku mulai bisa berdiri dengan pasti Bahwa hidup memang untuk berdiri di atas kaki sendiri Dengan izin Allah yang pasti Hari-hari awal terasa sulit, kak Aku yang terbiasa disiapkan segala keperluan sekolah apalagi kegiatan keluar yang jauh semisal kemah Hari itu bingung harus bagaimana Lalu dengan bantuanmu, "Kalifa, ini duknya!" Atau arahanmu harus ada ini dan itu serta bagaimana mempersiapkan segalanya Aku kemudian berpikir, suatu saat caramu membimbing akan menjadi arah akan caraku membimbing adik-adik kelasku nanti, sama sepertimu Bisa bertanya Bisa bercerita Sebagai aku, adik yang tiba-tiba bertemu di usia remaja sebagai adik kelasmu Dengan segala c...

Melampaui Jebakan Pembenaran dan Syubhat Pemikiran Guru

Menjadi seorang guru adalah pilihan sadar untuk mengambil peran dalam membentuk peradaban. Namun, dalam perjalanannya, seorang guru sering dihadapkan pada "jebakan halus" dan berbagai syubhat pemikiran modern yang dapat mengikis militansi perjuangan serta kemurnian niat. 1. Melampaui Jebakan "Sudah Maksimal" Banyak guru terjebak pada kalimat "Aku sudah berusaha maksimal." Ini sering menjadi tameng untuk menutupi rasa enggan berinovasi. Islam mengajarkan konsep Ihsan —melakukan segala sesuatu melampaui standar biasa. Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: إِنّ اللَّهَ تَعَالى يُحِبّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبرني والبيهقي) "Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, maka ia melakukannya dengan itqan (profesional/sempurna)." (HR. Al-Baihaqi). Selama perubahan belum terjadi pada anak didik, maka ruang untuk evaluasi masih terbuka lebar. Mengklaim "ma...