Langsung ke konten utama

Di Antara Baris Hafalanmu


Di bawah langit sekolah yang kini terasa berbeda,

Kami berdiri, menatap punggungmu yang mulai tegap.

Rasanya baru kemarin, tangan kecilmu menggenggam jemari kami,

Mengeja satu demi satu huruf alif, ba, dan ta,

Dengan lisan yang masih kelu, namun penuh cahaya.


Tiga tahun...

Ternyata waktu adalah pelukis yang paling sunyi.

Ia bekerja di sela-sela lelahmu menghafal ayat demi ayat,

Di antara kantuk yang kau lawan demi menjaga setoran,

Dan di dalam doa-doa kami yang melangit tanpa jeda.


Anakku, Kalifa Firdausy Fahrin...

Mahkota yang kau impikan itu, kini mulai nampak bentuknya.

Bukan terbuat dari emas yang akan pudar oleh usia,

Melainkan dari aksara langit yang kau simpan di dalam dada.

Kau tidak hanya sedang belajar menghafal,

Kau sedang membangun jalan pulang untuk kami ke surga.


Maafkan jika di sepanjang perjalanan ini,

Suara kami terkadang meninggi karena khawatirnya hati.

Maafkan jika tuntutan kami terkadang terasa membebani.

Sesungguhnya, kami hanya takut jika kau kehilangan arah,

Di dunia yang semakin riuh oleh warna-warni semu.


Hari ini, di gerbang perpisahan ini,

Kami lepaskan langkahmu untuk melukis aksara yang lebih luas.

Pergilah, terbanglah setinggi mimpi-mimpimu,

Namun jangan pernah biarkan Al-Qur'an itu lepas dari pelukanmu.

Sebab ia adalah kompas, ia adalah rumah tempat hatimu selalu tenang.


Terima kasih, wahai penyejuk mata kami.

Terima kasih telah menjadikan kami orang tua yang beruntung.

Doa kami akan selalu ada di setiap helai napasmu,

Menjadi sayap yang akan membantumu pulang saat kau lelah berjuang.


Ummi

Tasikmalaya, 28 Januari 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lepas Tunas Muzakki (Kesan dan Pesan dari Orang Tua Siswa)

Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.      Saya adalah orangtua yang terasa tiba-tiba saja berdiri di sini, terasa sesak di sudut hati, terasa ada yang hendak menderas dari pelupuk netra,bahkan jauh sebelum hari ini, sejak hitungan hari mendekati lepas tunas yang ternyata tibalah jua akhirnya. Kala Ananda menghubungi untuk menyampaikan sepatah kata, terasa berdebar di dasar kalbu, apa yang harus saya ucapkan, kala kata-kata dan sekian narasi telah bergema di pelupuk ingatan, untuk 6 tahun dimana Ananda ditempa, dididik, di bimbing, di bina dengan penuh kasih selaiknya orangtua kepada buah hatinya.      Saya ingat kala pertama kali mengantar, berbekal lokasi yang dikirimkan ustadzah melalui chat WA. Kami belum pernah kesini sebelumnya, dan bekal kami hanyalah keyakinan bahwa ini jalan yang telah Allah pilihkan untuk Ananda. Saat dua tangan menadah meminta apapun yang menurutNya baik, lalu dengan izin dan karunia Al...

Melampaui Jebakan Pembenaran dan Syubhat Pemikiran Guru

Menjadi seorang guru adalah pilihan sadar untuk mengambil peran dalam membentuk peradaban. Namun, dalam perjalanannya, seorang guru sering dihadapkan pada "jebakan halus" dan berbagai syubhat pemikiran modern yang dapat mengikis militansi perjuangan serta kemurnian niat. 1. Melampaui Jebakan "Sudah Maksimal" Banyak guru terjebak pada kalimat "Aku sudah berusaha maksimal." Ini sering menjadi tameng untuk menutupi rasa enggan berinovasi. Islam mengajarkan konsep Ihsan —melakukan segala sesuatu melampaui standar biasa. Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: إِنّ اللَّهَ تَعَالى يُحِبّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبرني والبيهقي) "Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, maka ia melakukannya dengan itqan (profesional/sempurna)." (HR. Al-Baihaqi). Selama perubahan belum terjadi pada anak didik, maka ruang untuk evaluasi masih terbuka lebar. Mengklaim "ma...

Sinergi Orang Tua dan Guru sebagai Fondasi Generasi Emas

  I. Mengapa Orang Tua Menitipkan Anak ke Sekolah? Keputusan krusial orang tua untuk menitipkan anak pada lembaga pendidikan formal (sekolah) didasari oleh kebutuhan yang kompleks dan multidimensional , melampaui sekadar fungsi penitipan atau pengasuhan. 1. Pendidikan Formal dan Keilmuan yang Sistematis Sekolah berfungsi sebagai gerbang utama menuju ilmu pengetahuan terstruktur. Akses kepada Profesional: Sekolah menyediakan akses kepada tenaga pendidik profesional (guru) yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogis (ilmu mengajar) sesuai tahapan usia anak. Kurikulum Terstruktur: Anak mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang sistematis, runtut, dan teruji secara nasional (atau internasional), memastikan mereka mencapai capaian perkembangan yang sesuai dengan usianya. 2. Laboratorium Sosial dan Pembentukan Karakter Sekolah adalah lingkungan pertama di luar keluarga tempat anak mengembangkan keterampilan sosial dan karakter. Sosialisasi dan Empati: An...