Untukmu, wahai jiwa yang hari ini merasa dunia begitu gaduh dan menyesakkan.
Duduklah sejenak, lepaskanlah sebentar beban-beban khayali yang kau ikat sendiri di pundakmu. Engkau terlalu sibuk mencemaskan hari esok, seolah-olah engkau adalah penentu takdir bagi dirimu sendiri. Padahal, jika kau menoleh ke belakang, bukankah Allah yang telah menuntunmu melewati badai-badai yang dulu kau pikir takkan sanggup kau lalui?
Ingatlah pesan ini baik-baik...
Jangan kau pikul beban dunia, karena ia milik Allah. Ia adalah panggung sandiwara yang naskahnya sudah rampung ditulis. Jangan pula kau risaukan rezeki, karena Ar Razaq telah berjanji sebelum ruhmu ditiupkan ke rahim ibu. Dan jangan kau bimbang akan masa depan, sebab masa depan adalah wilayah kegaiban yang berada dalam genggaman Ar-Rahman.
Tidakkah kau lelah mengejar bayang-bayang yang terus berlari?
Tukarlah seluruh gelisahmu itu dengan satu kegelisahan yang mulia. Satu saja. Tanyakan pada hatimu di penghujung hari: "Sudahkah Allah ridha kepadaku hari ini?"
Sebab, kawan... saat kau berhasil mengetuk pintu Ridha-Nya, maka semesta yang luas ini akan terasa seperti taman bermain bagimu. Segala urusan yang pelik akan diurai-Nya, dan segala pintu yang tertutup akan diketuk-Nya dari arah yang tak kau duga.
Istirahatkanlah pikiranmu dari mengatur dunia yang sudah ada Pengaturnya. Fokuslah memperbaiki hubunganmu dengan-Nya, maka Dia akan memperbaiki segala urusanmu dengan makhluk-Nya.
Kembalilah tenang, karena Allah bersamamu.
Defa S Hidayat
Tasikmalaya,8 Februari 2026
Komentar
Posting Komentar