Langsung ke konten utama

Mukaddimah; Resensi Buku How To Master Your Habits

Biar inget apa yang lagi di baca, eh habis di baca.. mau simpan di sini. Bukan review tapi murni spoler 😄
Aslinyaaa, buku ini kereeen banget. Alhamdulillah nak gadis punya inisiatif beli, jadi bisa nebeng baca 🤭

By the way, bukunya sampai waktu saya lagi di ampera bareng keluarga besar SDIT MF. COD 96 ribuan, karena kami sedang di luar, jadilah uangnya di transfer ke akang kurir yang udah langganan kirim paket COD ke rumah ... hhh ketahuan deh suka COD an.

Gimana? Baiknya saya tulis per bab aja atau per yang saya baca? Kayaknya per yang saya baca dengan gaya gini aja .. terlalu serius sesuai resensi 1984 kemaren mah cukup buat buku itu saja, buku ini mah mau lebih ngalir lagi narasinya. I mean, style saya sendiri.

Well, mulai dari yang pertama. Saya baca sekitar 10 menit an sebelum tidur, pengennya terus soalnya bacaanya bikin susah berhenti. Tapii karena ada hak tubuh juga yang harus ditunaikan saat kondisinya juga kurang fit, jadi tetap harus stop setelah menjt ke 10. Lanjut nulis story .. 2 story

Lanjut tidur.. beneran tidur tanpa drama karena memang sudah ngantuk bangeeet. Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah.

Lalu sekarang jam 5 pagi ini kepikiran buat kembali menulis ala saya sendiri, lagi eh kembali.. 

Sampai di sini dulu muqoddimahnya. Di bab selanjutnya saya tuliskan intisari setiap bacaannya.. 

Dari saya yang senang kalau ketemu buku
Defa S Hidayat

Tasikmalaya, 28 April 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lepas Tunas Muzakki (Kesan dan Pesan dari Orang Tua Siswa)

Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.      Saya adalah orangtua yang terasa tiba-tiba saja berdiri di sini, terasa sesak di sudut hati, terasa ada yang hendak menderas dari pelupuk netra,bahkan jauh sebelum hari ini, sejak hitungan hari mendekati lepas tunas yang ternyata tibalah jua akhirnya. Kala Ananda menghubungi untuk menyampaikan sepatah kata, terasa berdebar di dasar kalbu, apa yang harus saya ucapkan, kala kata-kata dan sekian narasi telah bergema di pelupuk ingatan, untuk 6 tahun dimana Ananda ditempa, dididik, di bimbing, di bina dengan penuh kasih selaiknya orangtua kepada buah hatinya.      Saya ingat kala pertama kali mengantar, berbekal lokasi yang dikirimkan ustadzah melalui chat WA. Kami belum pernah kesini sebelumnya, dan bekal kami hanyalah keyakinan bahwa ini jalan yang telah Allah pilihkan untuk Ananda. Saat dua tangan menadah meminta apapun yang menurutNya baik, lalu dengan izin dan karunia Al...

Ketika Semuanya Dimulai

Menjadi ibu… tidak pernah benar-benar dimulai saat seorang anak lahir. Ia dimulai jauh sebelumnya— di dalam hati yang perlahan belajar mencintai seseorang yang bahkan belum pernah ia temui. Sejak dua garis itu muncul, sejak doa-doa mulai berubah arah, sejak nama-nama mulai dipikirkan diam-diam, seorang perempuan sedang memasuki dunia yang sama sekali baru. Dunia yang tidak sepenuhnya ia pahami, namun ia jalani dengan penuh harap. Di awal, semuanya terasa indah. Gerakan kecil dalam rahim terasa seperti sapaan cinta. Rasa mual dan lelah pun dibalut makna— seolah setiap ketidaknyamanan adalah bagian dari kebahagiaan. Ia mulai membayangkan: bagaimana wajah anaknya nanti, bagaimana suaranya, bagaimana ia akan memanggilnya “Ibu”. Dan dalam bayangan itu, ia merasa siap. Atau setidaknya… ia merasa akan baik-baik saja. Namun kehidupan, tidak selalu berjalan seindah yang dibayangkan. Hari-hari setelahnya membawa realitas yang berbeda. Tidur yang terputus. Tangis yang tak selalu bisa dipahami. Tu...

Melampaui Jebakan Pembenaran dan Syubhat Pemikiran Guru

Menjadi seorang guru adalah pilihan sadar untuk mengambil peran dalam membentuk peradaban. Namun, dalam perjalanannya, seorang guru sering dihadapkan pada "jebakan halus" dan berbagai syubhat pemikiran modern yang dapat mengikis militansi perjuangan serta kemurnian niat. 1. Melampaui Jebakan "Sudah Maksimal" Banyak guru terjebak pada kalimat "Aku sudah berusaha maksimal." Ini sering menjadi tameng untuk menutupi rasa enggan berinovasi. Islam mengajarkan konsep Ihsan —melakukan segala sesuatu melampaui standar biasa. Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: Ø¥ِÙ†ّ اللَّÙ‡َ تَعَالى ÙŠُØ­ِبّ Ø¥ِذَا عَÙ…ِÙ„َ Ø£َØ­َدُÙƒُÙ…ْ عَÙ…َلاً Ø£َÙ†ْ ÙŠُتْÙ‚ِÙ†َÙ‡ُ (رواه الطبرني والبيهقي) "Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, maka ia melakukannya dengan itqan (profesional/sempurna)." (HR. Al-Baihaqi). Selama perubahan belum terjadi pada anak didik, maka ruang untuk evaluasi masih terbuka lebar. Mengklaim "ma...