Langsung ke konten utama

Nyervis Motor


09.07
Kami duduk berdua di atas kursi tunggu nanjung jaya sambil menunggu motor yang sedang di servis, sudah 1 jam kami duduk di sini. Bersama tab dan ponsel kamj masing-masing.

Saya memutuskan untuk membeli rice bowl dengan yam bakar dan jukut goreng lalu makan berdua bersama Akang sambil nonton teach your lesson, hmm gitu ya judulnya? Pokoknya drakor tentang badan pengawas hak pendidikan. Eh yang nontomah cuma saya, kang Wawan malah main game .. hahaha.. kelakuan dua orang tua ini kayak anak-anak saja, ya. Nonton sama main game.. 

Inginnya sih bawa buku, tapi taditeh nggak kebawa. Jadi nunggunya sambil buka tab trus nonton dan sekarang lanjut nulis.

Mata sudah sangat mengantuk. Memang jam rentan kantuk saya mulai dari jam ini, kalau ngantukteh subhanallah sampai lemes.. boleh nggak ya tidur dulu 5 menit an? Kayaknya sih boleh saja.

Hanya ada 2 pelanggan pagi ini, kakang yang pertama, lalu seorang lagi datang yang entah siapa. Saya tidak menanyakan siapa dan sepertinya tidak perlu juga sekepo itu. Tidak setiap orang harus di tanya, tidak setiap supel adalah baik #eh.

Deru kendaraan terdengar jelas dan riuh, saya tidak akan mengatakan itu terdengar bising, karena bukan untuk dikomentari sepertk itu. Namanya jalan raya mn pasti bising, itu hal yang wajar.

Kang Wawan bertanya apakah saya membawa uang sebesar 100 rb, Alhamdulillah ada uang 100 rb di saku. Di dompetnya juga ada 100 rb, jadi insyaAllah tertutupi biaya oli dan servis hari ini. 

Tasikmalaya, 12 Juni 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Semuanya Dimulai

Menjadi ibu… tidak pernah benar-benar dimulai saat seorang anak lahir. Ia dimulai jauh sebelumnya— di dalam hati yang perlahan belajar mencintai seseorang yang bahkan belum pernah ia temui. Sejak dua garis itu muncul, sejak doa-doa mulai berubah arah, sejak nama-nama mulai dipikirkan diam-diam, seorang perempuan sedang memasuki dunia yang sama sekali baru. Dunia yang tidak sepenuhnya ia pahami, namun ia jalani dengan penuh harap. Di awal, semuanya terasa indah. Gerakan kecil dalam rahim terasa seperti sapaan cinta. Rasa mual dan lelah pun dibalut makna— seolah setiap ketidaknyamanan adalah bagian dari kebahagiaan. Ia mulai membayangkan: bagaimana wajah anaknya nanti, bagaimana suaranya, bagaimana ia akan memanggilnya “Ibu”. Dan dalam bayangan itu, ia merasa siap. Atau setidaknya… ia merasa akan baik-baik saja. Namun kehidupan, tidak selalu berjalan seindah yang dibayangkan. Hari-hari setelahnya membawa realitas yang berbeda. Tidur yang terputus. Tangis yang tak selalu bisa dipahami. Tu...

Puisi Perpisahan (dari adik buat kakak kelas)

Bukan 3 tahun, tapi 2 tahun yang lalu aku bertemu.. Dari 3 tahun masa juangmu di sini, kak Aku yang masih belum mengerti apa dan bagaimana, jauh dari orang tua dan saudara, lalu kau rengkuh dengan penuh kasih layaknya kakak bagiku Menemani masa gundah dan duka yang baru pertama jauh dari keluarga yang kucintai Hingga kemudian, aku mulai bisa berdiri dengan pasti Bahwa hidup memang untuk berdiri di atas kaki sendiri Dengan izin Allah yang pasti Hari-hari awal terasa sulit, kak Aku yang terbiasa disiapkan segala keperluan sekolah apalagi kegiatan keluar yang jauh semisal kemah Hari itu bingung harus bagaimana Lalu dengan bantuanmu, "Kalifa, ini duknya!" Atau arahanmu harus ada ini dan itu serta bagaimana mempersiapkan segalanya Aku kemudian berpikir, suatu saat caramu membimbing akan menjadi arah akan caraku membimbing adik-adik kelasku nanti, sama sepertimu Bisa bertanya Bisa bercerita Sebagai aku, adik yang tiba-tiba bertemu di usia remaja sebagai adik kelasmu Dengan segala c...

Melampaui Jebakan Pembenaran dan Syubhat Pemikiran Guru

Menjadi seorang guru adalah pilihan sadar untuk mengambil peran dalam membentuk peradaban. Namun, dalam perjalanannya, seorang guru sering dihadapkan pada "jebakan halus" dan berbagai syubhat pemikiran modern yang dapat mengikis militansi perjuangan serta kemurnian niat. 1. Melampaui Jebakan "Sudah Maksimal" Banyak guru terjebak pada kalimat "Aku sudah berusaha maksimal." Ini sering menjadi tameng untuk menutupi rasa enggan berinovasi. Islam mengajarkan konsep Ihsan —melakukan segala sesuatu melampaui standar biasa. Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: إِنّ اللَّهَ تَعَالى يُحِبّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبرني والبيهقي) "Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, maka ia melakukannya dengan itqan (profesional/sempurna)." (HR. Al-Baihaqi). Selama perubahan belum terjadi pada anak didik, maka ruang untuk evaluasi masih terbuka lebar. Mengklaim "ma...