Langsung ke konten utama

Today, To Day

 Tadi saya jajan bilor, bihun telor yang digulung di minyak panas. Belinya 5 tusuk, inimah seporsi keistimewaan banget, soalnya bukan cuma belinya, tapi juga di makan sendirian. MasyaAllah Alhamdulillahilladzii bini'matihii tatimmushshhalihaat.

Ketemu banyak orang di sepanjang bumi ageung, ngobrol sebentar sama wa Dadah yang sedang memotong sayuran untuk di buat bakwan di depan rumah wa Tika, ketemu teh Ida, teh Epon, dan masih banyak lagi yang jarang saya jumpai di hari biasa. MasyaAllah FTBI membawa berkah tersendiri bagi saya.

Dan, untuk itu saya ingin menuliskannya di sini. Menuliskan apa saja? Hmm

SATU
Karena hari ini masih FTBI di bumi ageung dan sayapun tidak berangkat kerja, jadi ngadaweung bari ngahuleng eh maca buku dan juga sarapan sambil dengerin suara burung bercicit jadi agenda yang menggembirakan pagi saya 😃
Zaman anak-anak masih kecil mah mana ada cerita nyantey banget di pagi hari teh, meski nggak di bikin seolah riweuh banget tapi tetap saja namanya punya anak kecil mah selalu saja ada drama di pagi hari. Sekarang sekian tahun setelah tidak ada lagi drama rewel nak kecil, jadi banyak waktu buat leyeh-leyeh sambil baca buku, sekedar ngadaweung di teras.. Eh faham kaaan what mean of ngadaweung 🤭
Nasi goreng, ulen goreng, dan minuman rempah panas jadi menu pagi ini. Buku pun tak lupa disiapkan agar tidak harus kesana kemari dan bisa ngadaweung dengan tenang. Cericit burung selalu menjadi suara alam yang menenangkan, wangi tanah yang di banjur air di pagi hari, serta suara apapun yang terdengar menjadi kisah pagi yang dirindukan kala tiba-tiba ada panggilan pekerjaan yang menuntut segera.
Saya suka duduk di sini, menikmati aroma pagi dengan segala warnanya. Hari ini cerah, di lain hari hujan, hari lainnya hangat, pagi ini dingin. Semuanya menjadi waktu yang baik untuk tatafakkarun, memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah.
Apa kabar pagi anda, sahabat?

DUA
Suatu hari, Nak.. Saat kelak kalian sudah berkeluarga. Ummi akan memetik banyak buah yang akan kalian bawa pulang ke rumah kalian masing-masing, Ada mangga, nanas, belimbing, rambutan, jambu, pepaya, salak, manggis, kadu, kelapa masuk kelas buah-buahan atau tidak? Namun sayang, ummi tidak bisa memanjat pohon yang tinggi dan memetik buah, apalagi jika saat itu tiba.. Usia ummi pastilah bukan di usia dimana ummi bisa dengan mudah naik tangga dan memetik buah.
'Alaa kulli haal, ummi hanya ingin menyiapkan sesuatu.. Untuk kalian dan cucu cicit ummi kelak.
Terasa ada yang hangat, seolah ada kupu-kupu di hati ummi saat mengatakan ini. Terbayang kelak, ummi dan abi duduk di beranda menunggu kalian. Bukan lagi membahas kuliah atau sekolah kalian, namun tentang rindu yang tidak masuk dalam bahasan.. Di simpan jauh di lubuk hati. Seiring tawa riang cucu dan cicit kami.. Ah Nak, ummi ingin mengajak mereka menikmati alam pedesaan yang sering hadir dalam bahasan ummi dan abi tentang alasan kami kembali menetap di sini. Tentang suara traktor yang pagi ini terdengar dari kejauhan, tentang buah belimbing yang pohonnya sengaja dibelikan emak untuk ummi tanam di pekarangan rumah, tentang ayam yang tidur di tangkap belimbing, dan burung layak aviari di pagi dan sore hari..
Jika sampai di hari itu InsyaAllah..

TIGA
Yang saya kerjakan hari ini sampai jam 11 siang saat menulis ini :
  1. Masak nasi goreng kampung dengan bumbu bawang merah, bawang putih, bawang daun, cengek, telur di orak-arik, kecap, dan of course nasi. Nasi nya sisa semalam hee.. Bikin 4 porsi untuk Akang, de Olin, a Umar, dan saya.
  2. Bikin tempe mendoan secukupnya, request de olin tadi malam.
  3. Nggoreng ulen yang sudah 2 minggu ada di kulkas
  4. Bikin minuman rempah dari serai dan kunyit tambah gula merah, biar Akang nggak ngopi terus..hahaha
  5. Ngpel dapur
  6. Masak nasi
  7. Nyuci piring
  8. Opsih pekarangan
  9. Metik belimbing
  10. Nanam kemangi
  11. Baca buku
  12. Ikut akang ke kontrakan guru-guru cisayong dekat bumi ageung, trus jajan, and then karena ngantuk jadi pulang duluan
  13. mampir sebentar di warung wa Tika, niatnya sih beli soteng, tapi nggak jadi karena batuk dan ngantuk.
  14. And now, nulis ..
Balananjeur, 24 September 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Perpisahan (dari adik buat kakak kelas)

Bukan 3 tahun, tapi 2 tahun yang lalu aku bertemu.. Dari 3 tahun masa juangmu di sini, kak Aku yang masih belum mengerti apa dan bagaimana, jauh dari orang tua dan saudara, lalu kau rengkuh dengan penuh kasih layaknya kakak bagiku Menemani masa gundah dan duka yang baru pertama jauh dari keluarga yang kucintai Hingga kemudian, aku mulai bisa berdiri dengan pasti Bahwa hidup memang untuk berdiri di atas kaki sendiri Dengan izin Allah yang pasti Hari-hari awal terasa sulit, kak Aku yang terbiasa disiapkan segala keperluan sekolah apalagi kegiatan keluar yang jauh semisal kemah Hari itu bingung harus bagaimana Lalu dengan bantuanmu, "Kalifa, ini duknya!" Atau arahanmu harus ada ini dan itu serta bagaimana mempersiapkan segalanya Aku kemudian berpikir, suatu saat caramu membimbing akan menjadi arah akan caraku membimbing adik-adik kelasku nanti, sama sepertimu Bisa bertanya Bisa bercerita Sebagai aku, adik yang tiba-tiba bertemu di usia remaja sebagai adik kelasmu Dengan segala c...

Ketika Semuanya Dimulai

Menjadi ibu… tidak pernah benar-benar dimulai saat seorang anak lahir. Ia dimulai jauh sebelumnya— di dalam hati yang perlahan belajar mencintai seseorang yang bahkan belum pernah ia temui. Sejak dua garis itu muncul, sejak doa-doa mulai berubah arah, sejak nama-nama mulai dipikirkan diam-diam, seorang perempuan sedang memasuki dunia yang sama sekali baru. Dunia yang tidak sepenuhnya ia pahami, namun ia jalani dengan penuh harap. Di awal, semuanya terasa indah. Gerakan kecil dalam rahim terasa seperti sapaan cinta. Rasa mual dan lelah pun dibalut makna— seolah setiap ketidaknyamanan adalah bagian dari kebahagiaan. Ia mulai membayangkan: bagaimana wajah anaknya nanti, bagaimana suaranya, bagaimana ia akan memanggilnya “Ibu”. Dan dalam bayangan itu, ia merasa siap. Atau setidaknya… ia merasa akan baik-baik saja. Namun kehidupan, tidak selalu berjalan seindah yang dibayangkan. Hari-hari setelahnya membawa realitas yang berbeda. Tidur yang terputus. Tangis yang tak selalu bisa dipahami. Tu...

Melampaui Jebakan Pembenaran dan Syubhat Pemikiran Guru

Menjadi seorang guru adalah pilihan sadar untuk mengambil peran dalam membentuk peradaban. Namun, dalam perjalanannya, seorang guru sering dihadapkan pada "jebakan halus" dan berbagai syubhat pemikiran modern yang dapat mengikis militansi perjuangan serta kemurnian niat. 1. Melampaui Jebakan "Sudah Maksimal" Banyak guru terjebak pada kalimat "Aku sudah berusaha maksimal." Ini sering menjadi tameng untuk menutupi rasa enggan berinovasi. Islam mengajarkan konsep Ihsan —melakukan segala sesuatu melampaui standar biasa. Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: إِنّ اللَّهَ تَعَالى يُحِبّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبرني والبيهقي) "Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, maka ia melakukannya dengan itqan (profesional/sempurna)." (HR. Al-Baihaqi). Selama perubahan belum terjadi pada anak didik, maka ruang untuk evaluasi masih terbuka lebar. Mengklaim "ma...