Langsung ke konten utama

Postingan

Ada Komentar di IG (bagian 1)

Wait, saya harus menarik nafas sejenak sebelum menceritakan ini. Satu, dua, tiga.. Baiklah.. sekarang waktunya bercerita.  Beberapa hari lalu, sebuah notifikasi komentar masuk di salah satu unggahan Instagram saya. Hey, bukankah hal biasa sebuah postingan mendapatkan komentar? iya, memang biasa, namun berbeda bagi saya hari itu, kalimatnya datang dari sebuah nama yang sama sekali tidak saya kenal, namun justru hadir dengan nada yang begitu percaya diri. Bukan untuk bertukar pikiran secara santun, melainkan mendaratkan tuduhan yang mendadak: mempertanyakan bahkan cenderung menghakimi cara saya mendidik anak, melayangkan tuntutan agar hal-hal usang dari masa lalu dikembalikan, hingga merangkai kalimat-kalimat ancaman moral yang mencoba membenturkan kualitas saya sebagai seorang ibu.. Di titik ini saya berusaha mencerna arah. Meski saat pertama kali membaca deretan ketikan itu, saya tidak merasakan amarah atau kepanikan. Yang ada malah ketawa disusul sebuah ketertarikan untuk memahami...

Layar Digital dan Ujian Adab

 Dunia digital hari ini adalah lanskap yang unik sekaligus rapuh. Ia memangkas jarak yang membentang ratusan kilometer, namun acapkali menipiskan batas-batas adab yang dahulu dijaga begitu sakral oleh para leluhur kita. Di balik layar kaca yang dingin dan licin, jemari kerap bergerak lebih cepat daripada nurani. Emosi melompat jauh melangkahi pertimbangan rasional, membuat siapapun begitu mudah merangkai kata, meluapkan asumsi, lalu menembakkannya ke semesta publik tanpa sempat memikirkan rasa malu, etika, atau dampak emosional pada jiwa yang ditujunya. Beberapa waktu lalu, sebuah peristiwa kecil mampir di halaman media sosial saya. Sebuah komentar dari seseorang mendadak muncul di bawah salah satu catatan doa yang murni saya tuliskan sebagai wujud kasih sayang seorang ibu untuk anak-anaknya. Isi komentar itu sungguh di luar dugaan. Bukan sekadar dialog atau sanggahan biasa, melainkan lembaran kalimat tegas yang memerintah, menyerang cara saya mendidik anak-anak, bahkan menyisipkan...

Breastfeeding

"Breastfeeding or nursing is the feeding of babies and young children with milk from a woman's breast." — Wikipedia Proses luar biasa lainnya yang dilalui seorang ibu setelah melahirkan adalah breastfeeding atau menyusui. Mengapa luar biasa? Karena proses ini tidak semudah pengucapannya, terlebih bagi para pejuang ASI ( bunsui ) yang baru pertama kali menghadapinya. Ini sungguh tidak mudah. Wahnan ’alaa wahnin ... Begitulah penggambaran Robbul ’Aalamin tentang perjuangan wanita yang bermetamorfosis menjadi seorang ibu. Allah Ta’ala Mahatahu bahwa proses ini memang penuh tantangan. Payudara yang membengkak hingga luka di sekitar puting tentu terasa sangat menyakitkan. Apalagi ketika disusukan pada bayi yang gusi kecilnya tiba-tiba menggigit—rasa sakitnya bahkan sanggup membuat tubuh meriang. Ya, si gusi kecil yang tumpul itu terkadang terlihat begitu "menakutkan" di awal masa menyusui. Dilema Bayi yang Terus Menyusu Ada tipe bayi yang sangat mudah lapar, seola...

Untai

 Agustus 2026 sudah mulai berakhir, sekarang malah sudah tanggal 28 yang artinya tinggal 3 hari lagi sampai masuk bulan September 2026. Banyak hal yang belum diceritakan tentang perjalanan di bulan ini dan bulan-bulan sebelumnya. Hmm saya cicil ceritanya, yaa... apaan sih di cicil segala? emang kredit rumah? eh, intinya pengen diceritakan bertahap segala yang diingat semoga menjadi jejak yang bisa diambil hikmahnya oleh siapapun yang membacanya kelak. Yess kelak, bukan hanya hari ini namun kelak sepeninggal saya. Sejak kepergian Emak Juli 2026 kemaren, kondisi saya belum bisa di bilang baik-baik saja, banyak sesak yang terasa amat, setiap kali mengingat atau teringat Emak, sedih menjelma menjelma sesak yang sangat. Seolah ada yang menghalangi jalanku mengambil nafas, sedangkan setiap kalimat seolah tak mampu meluruhkan segala apa yang terasa. Apa yang harus dilakukan? bahkan hingga terpikir untuk mengunjungi tenaga profesional yang bisa membantu melerai sesak. Ini terasa sangat men...

Merawat Harapan, Menuntaskan Tugas: Catatan untuk Indonesia Hari Ini

Menatap Indonesia hari ini sering kali memicu berbagai perasaan yang bertolak belakang. Di satu sisi, ada rasa bangga atas perjalanan yang telah dilalui; di sisi lain, muncul kecemasan melihat berbagai persoalan yang tak kunjung usai. Setiap kita memang memiliki prioritas, pandangan, dan peran yang berbeda. Namun, pada akhirnya, apa pun porsi yang kita ambil, muaranya tetap satu: bentuk cinta kita kepada republik ini. Sebagai sebuah entitas, Indonesia sejatinya masih relatif muda—sebuah republik yang baru menginjak usia 80 tahun. Sepanjang dinamika tersebut, bangsa ini mengalami pasang surut ( up and down ), persis seperti kehidupan seorang manusia. Kita pernah melewati periode konflik masif dan krisis hebat di masa lalu. Ironisnya, dalam dinamika hari ini, kita kerap lebih fokus pada hal-hal buruk dibanding hal baik yang telah berhasil kita lalui, padahal sejarah membuktikan kita pernah melewati badai yang jauh lebih gelap dari hari ini. Menyalakan Cahaya di Tengah Narasi Negatif Sifa...

Saat Manusia Akhirnya Menyerah: Resensi Bab Terakhir Novel 1984

Bab terakhir dari novel 1984 karya George Orwell bukanlah penutup yang penuh kemenangan. Tidak ada revolusi. Tidak ada perlawanan yang berhasil. Yang ada hanyalah kehancuran seorang manusia yang dulu pernah berani berpikir bebas. Setelah melewati proses penyiksaan panjang di Kementerian Cinta, Winston akhirnya keluar kembali ke masyarakat. Secara fisik ia masih hidup, tetapi sesuatu yang jauh lebih penting telah hilang dari dirinya. Jiwanya. Winston kini menjalani hidup yang sangat berbeda dari sebelumnya. Ia tidak lagi bekerja di Kementerian Kebenaran seperti dulu. Hari-harinya dihabiskan di sebuah kafe yang sepi, duduk sendirian sambil meminum gin murah yang dulu sangat ia benci. Minuman itu kini menjadi pelarian yang menenangkan pikirannya. Dunia di sekitarnya berjalan seperti biasa. Propaganda Partai terus disiarkan. Telescreen terus berbicara tentang kemenangan perang dan kehebatan negara. Namun yang paling mengejutkan bukanlah dunia yang tetap sama. Yang berubah adalah Wi...

Bayangan yang Terlalu Sempurna

Calon ummahat… Ada masa yang begitu indah dalam kehidupan seorang perempuan. Masa ketika hati dipenuhi harapan, dan pikiran dipenuhi bayangan tentang masa depan. Tentang pernikahan yang hangat. Tentang suami yang lembut. Tentang rumah yang penuh tawa. Tentang anak-anak yang tumbuh dalam pelukan cinta. Di masa itu… segalanya terasa mungkin. Kita menulisnya dalam buku-buku kecil. Menyusunnya dalam daftar harapan. Bahkan mengucapkannya dalam doa-doa panjang yang penuh keyakinan: "Ya Allah… jadikan aku istri yang shalihah… jadikan aku ibu yang sabar… aku ingin rumah tanggaku seperti ini… seperti itu…" Dan setiap kali membayangkannya… hati terasa hangat. Seolah hidup nanti akan berjalan sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Adikku… Tidak ada yang salah dengan itu. Memiliki harapan adalah bagian dari iman. Memiliki gambaran tentang kebaikan adalah tanda hati yang hidup. Namun ada satu hal yang seringkali luput kita sadari… Bahwa ketika konsep itu terlalu kuat kita pegang, ia bisa...

Ngobrolin Buku

Ngobrolin buku sama de Olin yang masiiih saja penasaran, eh selalu penasaran tentang kisah ibunya vs buku. hahaha kayak lagi apa ya, sampai ibu vs buku. "sejak kapan ummi suka baca buku?" "apa yang ummi rasakan saat membaca?" "buku apa yang pernah ummi baca di masa kecil yang paling berkesan buat ummi?" "di rumah aki yaya kan banyak buku, de olin lihat photonya. yang baca bukunya siapa?" sebagian dari sekian banyak pertanyaannya kemudian saya simpan, sedikit demi sedikit, untuk melamakan ingatan dan menyimpan jejak obrolan bersama gadis kecil kang Wawan Ridwan yang bertambah kritis setiap harinya. Sejak kapan ummi suka baca buku? Yang ummi ingat, jauh sebelum ummi bisa mengeja huruf, ummi sangat menyukai buku. Ingatan itu samar, Nak. Karena sudah sangat lama, usia ummi sekarang sudah 40 lebih, ummi sulit mengingat kapan tepatnya suka baca buku. Yang paling ummi ingat, saat kecil sebelum bisa membaca, buku adalah sesuatu yang menarik perhatian um...

Nyervis Motor

09.07 Kami duduk berdua di atas kursi tunggu nanjung jaya sambil menunggu motor yang sedang di servis, sudah 1 jam kami duduk di sini. Bersama tab dan ponsel kamj masing-masing. Saya memutuskan untuk membeli rice bowl dengan yam bakar dan jukut goreng lalu makan berdua bersama Akang sambil nonton teach your lesson, hmm gitu ya judulnya? Pokoknya drakor tentang badan pengawas hak pendidikan. Eh yang nontomah cuma saya, kang Wawan malah main game .. hahaha.. kelakuan dua orang tua ini kayak anak-anak saja, ya. Nonton sama main game..  Inginnya sih bawa buku, tapi taditeh nggak kebawa. Jadi nunggunya sambil buka tab trus nonton dan sekarang lanjut nulis. Mata sudah sangat mengantuk. Memang jam rentan kantuk saya mulai dari jam ini, kalau ngantukteh subhanallah sampai lemes.. boleh nggak ya tidur dulu 5 menit an? Kayaknya sih boleh saja. Hanya ada 2 pelanggan pagi ini, kakang yang pertama, lalu seorang lagi datang yang entah siapa. Saya tidak menanyakan siapa dan sepertinya...

Melerai Riuh

 Beberapa catatan yang saya share di blog ini membuat saya merasa, "serasa bukan saya." entah karena gaya menulisnya yang dibuat berbeda dari biasanya, atau karena hal lainnya . , hmm karena jarang nengok blog, eh jarang nulis, maybe? Entahlah, yang pasti terasa aneh saat membaca kembali beberapa catatan di tahun ini. Oke, saya sedang sangat ingin menulis, namun bingung memulai kembali. Ada sesak di dada saat mengingat ini, mengingat betapa sangat ingin menulis. Baiknya saya tuliskan tentang apa, ya? Progress kang Wawan menyetir Membangun mimpi, ups impian Melepas resah. resah diceritakan lagi dan lagi Manajemen waktu.  Masak. Know, kaan, ini perkara yang tidak mudah buat saya. Menuliskannya terasa seperti sebuah petualangan yang merilekskan, hmm healing. Membangun relasi Manajemen pendidikan Beasiswa Tentang Aa yang sedang PPG prajab Tentang Adik Umar yang open job tingkat internasional Tentang Aa Quthb yang suka moto dan dapat job dari sana Tentang adik Umar yang tambah akt...

Saat Kebenaran Dipaksa Berubah: Resensi Bab 22 Novel 1984

Bab kedua puluh dua dari novel 1984 karya George Orwell membawa pembaca pada tahap yang lebih mengerikan dari sekadar penjara atau ketakutan. Di bab ini, Winston tidak hanya ditahan—ia mulai dihancurkan secara sistematis oleh Partai. Dan orang yang melakukan itu bukan orang asing. Ia adalah O’Brien. Sosok yang dulu Winston anggap sebagai sekutu dalam perlawanan kini muncul sebagai interogatornya. Harapan yang pernah Winston gantungkan pada O’Brien kini berubah menjadi kenyataan yang pahit: semua yang terjadi sebelumnya adalah bagian dari rencana Partai. Tidak ada perlawanan rahasia. Tidak ada Brotherhood seperti yang Winston bayangkan. Semua itu hanyalah jebakan yang dirancang untuk menemukan orang-orang yang berani berpikir melawan Partai. Di ruang interogasi Kementerian Cinta, O’Brien mulai menginterogasi Winston dengan cara yang berbeda dari yang ia bayangkan. Interogasi itu bukan sekadar pertanyaan atau ancaman. Ia adalah kombinasi antara penyiksaan fisik dan manipulasi ...

Mukaddimah; Resensi Buku How To Master Your Habits

Biar inget apa yang lagi di baca, eh habis di baca.. mau simpan di sini. Bukan review tapi murni spoler 😄 Aslinyaaa, buku ini kereeen banget. Alhamdulillah nak gadis punya inisiatif beli, jadi bisa nebeng baca 🤭 By the way, bukunya sampai waktu saya lagi di ampera bareng keluarga besar SDIT MF. COD 96 ribuan, karena kami sedang di luar, jadilah uangnya di transfer ke akang kurir yang udah langganan kirim paket COD ke rumah ... hhh ketahuan deh suka COD an. Gimana? Baiknya saya tulis per bab aja atau per yang saya baca? Kayaknya per yang saya baca dengan gaya gini aja .. terlalu serius sesuai resensi 1984 kemaren mah cukup buat buku itu saja, buku ini mah mau lebih ngalir lagi narasinya. I mean, style saya sendiri. Well, mulai dari yang pertama. Saya baca sekitar 10 menit an sebelum tidur, pengennya terus soalnya bacaanya bikin susah berhenti. Tapii karena ada hak tubuh juga yang harus ditunaikan saat kondisinya juga kurang fit, jadi tetap harus stop setelah menjt ke 10. Lanjut nulis ...